Peluang Bisnis Usaha Obat Herbal di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

Salah Satu Peluang Bisnis Usaha Yang Masih Layak Untuk Dijalankan Yaitu Usaha Obat Herbal, Sebagai Bagian Dari Pengobatan Alternatif Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19.

Ditulis oleh Jati, https://jati882.my.id

Obat Herbal

Pada saat mulai merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, masyarakat berbondong-bondong mencari obat herbal baik dalam bentuk tanaman herbal maupun obat herbal untuk upaya pencegahan dari terpapar virus Corona.

Diantara tanaman herbal yang banyak masyarakat beli seperti Jahe, Kunyit, Temu Lawak, Kencur, Lemon, Bawang putih, Ginseng, dan sebagainya.

Dampak dari permintaan yang tinggi akan tanaman herbal tersebut adalah harga melambung tinggi dan barang sulit dicari.

Salah satu yang saya alami adalah sulitnya mencari minuman berbahan Lemon, baik dalam bentuk juice perasan Lemon yang dijual di pinggir jalan maupun keluaran pabrikan yang dijual di minimarket dan super market.

Menurut informasi dari penjual juice Lemon yang berjualan dekat rumah saya, mereka tidak mendapat pasokan buah Lemon yang di impor dari China, dikarenakan impor barang-barang dari berbagai negara terutama China mengalami kesulitan.

Kembali ke masalah peluang usaha obat herbal di tengah wabah covid-19, dimana banyak rumah sakit merawat pasien positif Covid-19 sehingga masyarakat termasuk saya enggan pergi ke rumah sakit dengan alasan takut terpapar virus ini. 

Biasanya saya pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat rutin sebulan sekali untuk melakukan kontrol tekanan darah, kolesterol, dan asam urat yang saya derita, dan saya tidak melakukan kontrol selama tiga bulan.

Untuk mengurangi tekanan darah tinggi saya banyak mengkonsumsi minuman Lemon, Jeruk, dan lebih banyak makan sayuran.

Akan tetapi seiring dengan masuknya bulan Ramadhan di bulan Juni 2020 yang lalu, tekanan darah saya kembali tinggi, begitu juga untuk kolesterol dan asam uratnya.

Kebiasan saya dan keluarga berbuka puasa dengan makan kolak atau ta'jil yang menga dung santan kelapa dan gorengan tidak bisa dihindari, sebab kedua makanan tersebut adalah menu favorit keluarga kami.

Dengan sangat terpaksa seminggu sebelum hari raya Idhul Fitri 2020, saya pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dikarenakan tekanan darah, kolesterol, dan asam urat kembali tinggi.

Banyak masyarakat yang tidak berani ke rumah sakit maupun ke Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan lebih memilih menggunakan obat tradisional seperti tanaman herbal dan obat herbal.

Saya kutip dari Wikipedia, Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua tanaman yang mengandung zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal.

Sedangkan obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami. Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan dan dari hewan.

Jelasnya obat herbal berbeda dengan obat konvensional yang selama ini kita gunakan yang bahan utamanya adalah bahan kimia buatan.

Jika anda mempunyai masalah atau alergi terhadap obat kimia buatan, ada baiknya anda mencoba untuk menggunakan obat herbal untuk pengobatan maupun untuk menjaga stamina tubuh. 

Saya sendiri pernah secara rutin mengkonsumsi obat herbal dan bahkan menjalankan bisnis atU usaha obat herbal beberapa tahun yang lalu.

Sebelumnya saya tidak pernah mengkonsumsi obat herbal, sampai pada suatu saat saya mengalami gangguan kesehatan. Kemudian saya coba mengkonsumsi Habbatussauda kapsul yang berbahan dasar ekstrak biji tumbuhan Habbatussauda atau Jinten Afrika.

Hari pertama mengkonsumsi Habbatussauda, saya sudah dapat merasakan khasiat dari obat herbal ini. Saya merasakan tubuh menjadi segar dan aliran darah menjadi lancar.

Akhirnya saya secara rutin mengkonsumsi obat herbal ini untuk menjaga stamina tubuh, dan akhirnya memutuskan untuk membuka bisnis atau usaha obat herbal secara off-line dan online.

Saya membuka toko off-line dan sekaligus toko online dari rumah. Selain itu saya berjualan obat herbal pada beberapa kegiatan seperti pengajian rutin dan acara reuni sekolah.

Usaha obat herbal yang saya jalankan masih skala kecil dan belum saya Kelola secara profesional, dan hanya sebagai usaha sampingan.

Margin keuntungan yang saya peroleh berkisar antara 40 hingga 100% kotor, belum dipotong ongkos kirim dan kemasan, dan biaya lainnya.

Beberapa teman sekolah dulu menjadi pelanggan setia obat herbal saya. Ada yang minta dikirim langsung ke kantor dan ada juga yang minta dikirim ke rumah.

Untuk anda yang ingin mencoba bisnis usaha obat herbal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :

  • Merek obat herbal sudah mempunyai nomor ragistrasi izin edar.
  • Mempunyai nomor izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BP POM Republik Indonesia. 
  • Mempunyai Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia. 
  • Khasiat dari obat Herbal 
  • Komposisi dari obat Herbal
  • Efek samping dari obat herbal jika ada. 
  • Lulus uji Toxisitas
  • Dosis atau anjuran minum
  • Tanggal produksi 
  • Tanggal kadaluarsa

Beberapa macam obat herbal yang pernah saya jual, diantaranya :

  • Habbatussauda
  • Kapsul ekstrak daun Sirsak
  • Kapsul ekstrak kulit Manggis
  • Kapsul ekstrak buah Mengkudu
  • Kapsul ekstrak Daun Salam
  • Kapsul ekstrak Daun Kelor

Untuk menetapkan harga jual obat herbal, anda dapat menerapkan dua cara, yaitu :


1. Penjualan secara online 
  • Harga sudah termasuk biaya pembelian dan kemasan, biaya penggunaan internet, iklan online, ditambah margin keuntungan, tetapi belum termasuk ongkos kirim. 
  • Harga sudah termasuk kemasan biaya pembelian, kemasan,  biaya penggunaan internet, iklan online, ditambah margin keuntungan dan ongkos kirim. 

Untuk Bisnis usaha obat herbal secara online ada beberapa cara dapat anda gunakan, seperti :

  1. Membuat Toko online sendiri
  2. Membuat Fans page atau Halaman Facebook
  3. Membuat akun Google Bisnisku
  4. Bergabung dengan Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, dan 
  5. Menggunakan marketplace Facebook. 
  6. Menggunakan Instagram 
  7. Bergabung dengan Grup-grup Facebook, Whatsapp, dan sebagainya. 

2. Penjualan secara off-page 
Usaha Obat online secara off-line dapat dilakukan di rumah, menyewa kios, atau menyewa toko di pasar tradisional maupun di Mall. 

Anda juga dapat melakukan penjualan dari pintu ke pintu dan dari mulut ke mulut kepada para tetangga dan teman-teman, atau kerabat di sekitar tempat tinggal anda, dengan tetap mematuhi protokol social distancing. 

Harga obat herbal ditentukan dengan menambahkan biaya kemasan, biaya overhead jika anda menyewa kios atau toko, dan margin keuntungan. 

Untuk di kota Jakarta anda dapat membeli obat-obat herbal untuk dijual kembali di beberapa grosir obat herbal yang ada di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, tepatnya di seberang Kampus Universitas Negeri Jakarta. 

Beberapa Tumbuhan yang dapat dijadikan bahan dasar pembuatan obat Herbal :


1. Adas
2. Habbatussauda atau Jinten
3. Daun Sirsak
4. Kulit Manggis
5. Kunir Putih
6. Jahe
7. Temu Lawak
8. Kunyit
9. Mengkudu
10. Purwoceng
11. Ginseng
12. Ginkobiloba
13. Daun Salam
14. Daun Binahong
15. Tanaman Kumis Kucing 
16. Keji Beling
17. Goji Beri
18. Buah Takokak
19. Daun Kelor
20. Jawer Kotok


Dan masih banyak lagi tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan, baik yang berasal dari daun, bunga, biji, dan bagian lainnya.


Demikian artikel ini saya beri judul Peluang Bisnis Usaha Obat Herbal Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19, semoga tulisan ini bermanfaat...










0 Response to "Peluang Bisnis Usaha Obat Herbal di Tengah Wabah Pandemi Covid-19 "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...